Melalui NHM Peduli, Presiden Direktur NHM membiayai penuh pendidikan tiga anak yatim piatu di Halmahera yang sempat kehilangan harapan karena kemiskinan.
Di sebuah rumah sederhana berdinding papan dan beratap daun sagu di Desa Rioribati, Pulau Halmahera, tiga anak kecil duduk di teras tanah, memeluk buku tulis baru mereka. Wajah mereka bersinar, meski cahaya sore mulai meredup. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka kembali bisa bermimpi.
Desian (13), Nofdes (11), dan Delfan Sosoak (9) adalah tiga bersaudara yatim piatu. Sejak kedua orangtua mereka tiada, hidup mereka bergantung pada kakek dan nenek yang renta, Yafet N. Sosoak dan Martha Pisang. Penghasilan keluarga ini tak menentu, sementara kebutuhan harian terus berjalan.
Musibah datang saat mereka hendak mendaftar sekolah. Tanpa Kartu Keluarga, pihak sekolah menolak pendaftaran ketiganya. Bagi Desian dan adik-adiknya, dunia seolah berhenti di situ. Mereka menangis malam itu bukan karena lapar, tapi karena takut tak bisa lagi belajar.
Namun kisah mereka sampai ke telinga Haji Robert Nitiyudo Wachjo, Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Melalui NHM Peduli, ia tak berpikir panjang. Ia menanggung seluruh biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan hidup harian tiga anak itu.
“Anak-anak ini sudah kehilangan orang tua, tapi mereka tidak boleh kehilangan masa depan. Tugas kita menjaga agar mereka tetap bisa bermimpi,” ujar Haji Robert ketika dihubungi, Jumat (24/10/2025).
Sejak bantuan itu datang, hidup keluarga Sosoak berubah. Setiap pagi, Desian dan adik-adiknya berjalan menyusuri jalan setapak dengan seragam putih merah yang rapi. Mereka berangkat ke sekolah sambil menggenggam harapan baru.
Warga sekitar menuturkan bahwa ini bukan kali pertama Haji Robert membantu masyarakat kecil. Melalui berbagai program sosial NHM Peduli, ia kerap hadir di pelosok Halmahera, membawa bantuan untuk warga yang sakit, anak yatim, dan keluarga kurang mampu.
“Kalau tidak ada Pak Haji, mungkin cucu-cucu saya sudah berhenti sekolah. Kami tidak tahu harus berterima kasih bagaimana,” ucap Martha Pisang dengan mata berkaca-kaca.
Bagi masyarakat Halmahera, Haji Robert bukan sekadar pengusaha tambang. Ia adalah sosok dermawan yang hadir dengan hati.
Kepeduliannya telah menjahit ulang masa depan yang hampir robek masa depan anak-anak yang dulu hampir kehilangan segalanya.
Dari Halmahera, sebuah pesan kemanusiaan kembali menggema bahwa di tengah dunia yang kian sibuk mengejar keuntungan, masih ada orang yang bekerja dengan nurani. (**)
