Stop Fitnah Murahan, DPRD Halbar Pasang Badan, Sinergi Polres-Pemda Tak Bisa Digoyang Opini Sesat

JAILOLO, FORES INDONESIA-Narasi liar yang menyerang integritas Kapolres Halmahera Barat dan jajaran Pemerintah Daerah akhirnya mendapat respons keras dari DPRD.

Ketua Komisi I DPRD Halbar, Yoram Uang, angkat bicara dengan nada tegas bahwa tudingan yang beredar bukan kritik, melainkan pembunuhan karakter yang tidak berdasar.

Sebagai mitra pengawas sektor hukum dan keamanan, Yoram menegaskan dirinya mengetahui langsung kinerja Polres Halbar di lapangan.

“Kapolres bekerja, bukan malas! Jangan asal bicara!” tegas Yoram Uang, Rabu (28/01/2026).

Menurutnya, sinergitas antara Polri dan Pemda Halbar saat ini justru berada pada titik terbaik. Banyak penanganan kasus dilakukan tanpa sorotan kamera, termasuk pengamanan agenda-agenda strategis daerah hingga penanganan bencana.

“Menuduh Kapolres ‘makan gaji buta’ hanya karena tidak bisa menemui tamu saat sedang menjalankan tugas kemanusiaan adalah tuduhan dangkal, tidak dewasa, dan sangat tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yoram juga menanggapi tuduhan suap terhadap Bupati, Wakil Bupati, serta isu “setoran” mafia BBM kepada aparat.

Menurutnya, tuduhan tersebut sudah melewati batas kewarasan jurnalistik dan masuk dalam kategori fitnah berat.

“Kalau saudara Dodi punya bukti, bawa ke ranah hukum! Jangan membangun opini halusinatif. Apalagi ada kesalahan fatal penulisan tanggal kejadian yang mendahului rilis berita. Itu bukti tulisan tersebut tidak lahir dari fakta, tapi dari sentimen pribadi,” katanya.

Yoram menegaskan, DPRD melihat sendiri bahwa tata kelola anggaran dan operasional pemerintahan berjalan sesuai aturan.

Yoram menyampaikan keberatan resmi atas pencatutan nama baik jajaran SKPD dan pimpinan daerah dalam narasi yang dinilai tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemda Halbar bukan tempat oknum yang ingin memeras lewat pena!” tegasnya.

DPRD, kata dia, mendukung penuh langkah Bupati, Wakil Bupati, dan Kapolres untuk menempuh jalur hukum, termasuk laporan ke Dewan Pers dan pidana ITE ke Polda Maluku Utara.

“Ini penting agar profesi wartawan tidak dikotori oleh oknum yang tidak paham kode etik,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Yoram mengajak masyarakat Halbar untuk tidak terpengaruh oleh berita yang sengaja dirancang menciptakan kegaduhan.

“Kami percaya pada kepemimpinan AKBP Teguh Patriot. Beliau humanis tapi tegas. Masyarakat harus cerdas membedakan mana media edukatif dan mana media penuh kebencian. DPRD tegak lurus mendukung penegakan hukum yang objektif.” pungkas Yoram.

Sinergitas Polres-Pemda Halbar, kata Yoram, adalah harga mati yang tidak bisa digoyang opini sesat. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *