HALUT, FORES INDONESIA-Dentuman erupsi Gunung Dukono yang memuntahkan kolom abu setinggi 10.000 meter di atas puncak tak menyurutkan langkah Tim SAR Brimob Polda Maluku Utara.
Menembus hujan abu vulkanik dan ancaman lontaran material batu, 36 personel Brimob diterjunkan untuk menyelamatkan 20 pendaki, terdiri dari warga negara asing asal Singapura dan pendaki lokal, yang terjebak di kawasan rawan bencana, Jumat (8/5/2026).
Erupsi besar terjadi sekitar pukul 07.41 WIT saat para pendaki berada di sekitar kawah Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.
Dalam situasi darurat tersebut, Brimob Polda Malut bergerak cepat dengan mengerahkan 30 personel tim pencari dan penyelamat, serta 6 personel tim pendukung yang terdiri dari operator drone dan tenaga kesehatan lapangan.
Satu unit kendaraan khusus (Ransus) Tata SAR juga diterjunkan untuk mendukung proses evakuasi.
Dansat Brimob Polda Malut, Kombes Pol Handri Wira Suriyana,menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk respons cepat sekaligus misi kemanusiaan untuk menyelamatkan seluruh korban.
“Ini dilakukan sebagai bentuk kesigapan dan respons cepat dalam membantu pertolongan serta evakuasi para pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono. Brimob hadir bersinergi dengan TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam misi kemanusiaan ini,” ujar Handri.
Tim gabungan Brimob, TNI, Basarnas, dan unsur terkait lainnya harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam berjalan kaki menuju lokasi para korban.
Di tengah kondisi ekstrem, tim berhasil mengevakuasi 17 pendaki dalam keadaan selamat, terdiri dari 7 WNA asal Singapura dan 10 WNI.
Para korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan Brimob dan Basarnas menuju RSUD Tobelo untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, operasi belum sepenuhnya usai. Tiga pendaki lainnya, terdiri dari 2 WNA dan 1 WNI, masih berada di radius berbahaya dan belum dapat dievakuasi karena kawasan tersebut masih diguyur abu vulkanik tebal disertai lontaran material batu.
“Atas pertimbangan keselamatan, kegiatan pencarian dan evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu, 10 Mei 2026,” jelas Handri.
Saat ini Tim SAR Brimob Polda Malut tetap bersiaga di Posko SAR Terpadu di Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Tim drone disiapkan untuk melakukan pemantauan udara guna menemukan titik keberadaan tiga pendaki yang masih tertahan di kawasan rawan.
“Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan dengan lancar,” tutup Handri.
Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi Gunung Dukono menghasilkan kolom abu berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara. Tinggi kolom abu tercatat mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut. (Tim)
