Diduga Proyek Pematangan Lahan Bandara Loleo Rp 9,4 Miliar Bermasalah

TIDORE, FORES INDONESIA-Proyek pematangan lahan Area Bandara Loleo di Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Tahun Anggaran 2023 yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara diduga bermasalah.

Data yang dihimpun Fores Indonesia, Senin (2/2/2026), menyebut proyek dengan pagu anggaran Rp9,7 miliar itu dikerjakan CV AG dengan nilai kontrak Rp 9,4 Miliar atau 97,70 persen dari total pagu anggaran. Masa pelaksanaan pekerjaan tercatat 150 hari kalender sejak 29 Mei hingga 26 Oktober 2023.

Dalam Berita Acara Provisional Hand Over (PHO) tertanggal 15 Desember 2023, progres pekerjaan dinyatakan 100 persen.

Pembayaran telah direalisasikan sebesar Rp 7,5 Miliar atau sekitar 80 persen dari nilai kontrak, dan pekerjaan telah diserahterimakan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Namun, pada pemeriksaan fisik tanggal 3 Oktober 2024 yang dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak penyedia, ditemukan ketidaksesuaian volume pekerjaan dengan kontrak, terutama pada item galian tanah biasa.

Dari temuan tersebut, tercatat potensi kelebihan pembayaran sebesar Rp 521 juta.

Selain itu, muncul dugaan pekerjaan yang secara kontrak dilaksanakan CV AG justru dikerjakan oleh pihak lain.

Nama JW, yang saat itu menjabat Kepala Biro Umum Setda Provinsi Maluku Utara, disebut diduga terlibat sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan.

Tiga nama kemudian disebut dalam laporan yang telah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, yakni AH selaku mantan Kepala Dinas Perkim Malut, FM selaku PPK, serta JW.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perkim Maluku Utara maupun pihak CV AG terkait dugaan tersebut. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *