TERNATE, FORES INDONESIA- Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Ternate menuding Pertamina Cabang Ternate bertindak arogan dengan memblokir distribusi BBM ke Pertashop Putri Kusuma Jaya di Kelurahan Kasturian, Kecamatan Ternate Utara.
Koordinator aksi, Wahyudi Abubakar, menegaskan kebijakan sepihak itu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga bentuk kesewenang-wenangan perusahaan negara terhadap rakyat kecil.
“Ini jelas kebijakan tidak manusiawi! Pertamina bertindak semaunya tanpa pikirkan rakyat. Sudah sebulan Pertashop Kasturian tutup tanpa ada pemberitahuan sebagaimana TKO Pertamina. Warga dipaksa beli BBM eceran dengan harga mencekik. Kami anggap ini penghinaan terhadap masyarakat Ternate,” tegas Wahyudi, Selasa (23/9).
Ia menilai pemblokiran tersebut tidak sesuai aturan. Pertamina seharusnya memberikan pemberitahuan resmi kepada pemilik Pertashop, bukan langsung memutus distribusi.
“Ini perilaku mafia migas. Pertamina Cabang Ternate melalui SBM, SAM, dan Pjs MOR VIII Maluku Papua adalah aktor pemblokiran yang tidak sesuai aturan sehingga harus bertanggung jawab,” sambungnya.
Wahyudi memastikan, GPM akan mengerahkan massa untuk menduduki Kantor Pertamina Ternate jika dalam waktu dekat blokir tidak dicabut.
“Kami tak main-main. Kalau pemblokiran tidak segera dibuka, maka kantor Pertamina akan kami jadikan panggung perlawanan masyarakat!” tandasnya. (Tim)
