TERNATE, FORES INDONESIA-Dugaan penyelewengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah di Pulau Moti, Kota Ternate, memantik sorotan serius.
Kuota yang disebut mencapai 25 hingga 30 ton diduga tidak tersalurkan sesuai ketentuan kepada warga, memunculkan indikasi praktik penyimpangan demi keuntungan pribadi.
Warga Kecamatan Moti dari enam kelurahan dengan jumlah sekitar 4.475 jiwa mengeluhkan jatah minyak tanah yang diterima tidak sesuai standar.
Berdasarkan ketentuan distribusi BBM subsidi, alokasi dihitung sekitar 5 liter per jiwa. Namun realitas di lapangan, warga hanya menerima sekitar 15 hingga 20 liter per kepala keluarga.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa distribusi di tingkat pangkalan tidak transparan dan berpotensi melanggar aturan penyaluran energi bersubsidi.
Ketua DPD LSM Gabungan Insan Pers (GIPERS) Maluku Utara, Iskar Mansur, meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara segera turun tangan menyelidiki pangkalan BBM subsidi di Pulau Moti.
” Distribusi minyak tanah di Kota Ternate mengacu pada keputusan wali kota dan petunjuk teknis lapangan yang menekankan perhitungan berdasarkan jumlah jiwa, bukan pembagian sewenang-wenang di tingkat pangkalan,” ujar Iskar Mansur, Minggu (15/02/2026).
Iskar mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar yang menegaskan bahwa sesuai standar BPH Migas dan Bappenas, jatah minyak tanah subsidi ditetapkan 5 liter per orang. Dengan demikian, satu kepala keluarga beranggotakan empat jiwa berhak memperoleh 20 liter.
Distribusi dan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah juga diatur dalam Keputusan Wali Kota Ternate Nomor 83/1.4/KT/2023. Jika pangkalan menyalurkan di luar ketentuan, praktik tersebut berpotensi melanggar regulasi serta merugikan masyarakat penerima subsidi.
Ia menegaskan, apabila dugaan penyimpangan ini terbukti, aparat penegak hukum harus bertindak tegas.
“Subsidi ini hak rakyat kecil. Jika diselewengkan, itu bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi bisa masuk ranah pidana,” tegasnya. (Tim)
