Nur Syifah Alhaddad, Putri Desa Tahane Peraih Tiga Emas Nasional, Bercita-Cita Wakili Maluku Utara di Jepang

Ternate, ForesIndonesia – Dalam rentang waktu hanya tiga bulan, nama Nur Syifah Alhaddad, pelajar kelas 1 SMA IT Nurul Hasan Ternate asal Desa Tahane, berhasil mengukir prestasi yang membanggakan di kancah nasional. Sejak Juli hingga September 2025, ia meraih tiga Medali Emas dan satu Gelar Juara I Nasional.

Prestasi gemilang itu adalah Medali Emas Olimpiade Biologi (8 Juli 2025), disusul Medali Emas dan Piala pada Olimpiade Biologi kedua (18 Agustus 2025), kemudian Medali Emas Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) (20 Agustus 2025), dan puncaknya, Gelar Juara I pada Event Menulis Nasional (12 September 2025).

Kini, setelah prestasinya melejit, gadis 16 tahun ini kembali menghadapi tantangan baru. Ia telah dinyatakan lolos seleksi dalam program Japan Intercultural Exchange and Summit (JIES) 2025, sebuah ajang pertukaran budaya dan kepemimpinan pemuda internasional di Tokyo, Jepang, yang akan berlangsung pada 17-21 November 2025.

Namun, jalan menuju Jepang terhalang biaya. Nur Syifah dan keluarganya kini berjuang mengumpulkan dana program dan transportasi untuk mewujudkan impiannya belajar langsung dari negara maju tersebut.

“Ini adalah kesempatan emas untuk belajar kepemimpinan, teknologi, dan budaya Jepang. Saya ingin pulang dari sana dengan ilmu baru yang bisa saya terapkan untuk membangun kampung halaman saya, dan Maluku Utara secara keseluruhan,” ujar Nur Syifah dengan penuh harap, ketika ditemui di rumahnya.

Harapan Sang Juara untuk Ibu Gubernur

Dalam pesannya yang khusus ditujukan kepada Pemimpin Perempuan Provinsi Maluku Utara, Nur Syifah menyampaikan permohonan dengan hati yang tulus.

“Kepada Ibu Gubernur Sherly Tjoanda yang saya hormati, saya, Nur Syifah Alhaddad, dengan segala kerendahan hati, memohon dukungan dan doa restu dari Ibu. Prestasi yang saya raih ini saya persembahkan untuk membuktikan bahwa anak-anak desa di Maluku Utara juga memiliki mimpi dan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.”

“Keberangkatan saya ke Jepang bukan sekadar untuk jalan-jalan. Ini adalah investasi untuk masa depan Maluku Utara. Saya ingin pergi sebagai Duta Maluku Utara, belajar bagaimana Jepang bisa maju dalam teknologi dan ilmu pengetahuan, dan kembali dengan semangat baru untuk mengaplikasikannya di sini. Saya berjanji akan menjadi wakil yang baik dan membawa nama harum Ibu Gubernur serta Provinsi Maluku Utara di kancah internasional.”

“Dengan bantuan Ibu, impian anak desa dari Tahane ini untuk melihat dunia dan membawa pulang ilmu yang bermanfaat bisa menjadi kenyataan. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Ibu, setiap potensi pemuda, termasuk saya, akan diberi kesempatan untuk berkembang,” tutupnya penuh keyakinan.

Dukungan untuk Nur Syifah bukan sekadar tentang mengirim satu anak pintar ke Jepang. Ini adalah tentang menginvestasikan satu sosok pemimpin masa depan yang telah membuktikan dedikasinya melalui prestasi, dan tentang mengirim sebuah pesan kepada seluruh pemuda Maluku Utara bahwa prestasi akan dibalas dengan dukungan dan apresiasi. (Tim/Fi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *