TNI-Polri dan Pemda Bersinergi Cegah Konflik Susulan di Halmahera Tengah

HALTENG, FORES INDONESIA- Pemerintah daerah bersama aparat keamanan bergerak cepat meredam potensi konflik sosial pasca insiden yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung mengawal proses pemakaman korban di Desa Sibenpopo, Sabtu (4/4).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah meluasnya konflik antarwarga.

Turut hadir dalam rombongan, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji. Sejumlah pejabat TNI-Polri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut mendampingi.

Pengamanan ketat dilakukan aparat gabungan TNI-Polri selama prosesi pemakaman berlangsung guna memberikan rasa aman kepada keluarga korban dan mengantisipasi potensi aksi balasan dari massa.

Usai pemakaman, rombongan Forkopimda bergerak ke Desa Banemo untuk melakukan mitigasi serta dialog dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya meredam ketegangan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menegaskan kehadiran Forkopimda merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan konflik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyerahkan senjata tajam maupun senjata rakitan kepada aparat untuk dimusnahkan demi mencegah terjadinya konflik lanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dalam semangat pasca Idul Fitri, serta mendukung penuh aparat kepolisian dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menegaskan pihaknya berkomitmen mengungkap pelaku pembunuhan secara maksimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Peristiwa ini murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin yang menyatakan kesiapan TNI membantu Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga berencana mempertemukan perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo dalam forum mediasi guna meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, situasi di Halmahera Tengah diharapkan segera kembali kondusif. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *