TERNATE, FORES INDONESIA-Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi membuka Sarasehan Kebudayaan 2025 di Bela Hotel Ternate, Kamis (28/8/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara ini bertujuan mempercepat penetapan cagar budaya dan warisan budaya tak benda.
Dalam sambutannya, Kepala BPK Wilayah XXI Maluku Utara, Winarto, mengungkapkan bahwa provinsi tersebut memiliki 854 Cagar Budaya dan Objek Diduga Cagar Budaya yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota.
Namun, hanya 67 yang telah ditetapkan secara resmi, dengan rincian: 1 berperingkat kota/kabupaten, 18 berperingkat provinsi, dan 2 berperingkat nasional.
“Keberadaan ratusan cagar budaya ini membuktikan Maluku Utara tidak hanya kaya secara alam, tetapi juga menyimpan rekam jejak sejarah panjang,” tegas Winarto.
Sarasehan yang mengusung tema ‘Semangat Memajukan Kebudayaan Melalui Penetapan Cagar Budaya dan Warisan Budaya tak Benda Indonesia’ ini berlangsung selama tiga hari (28-30 Agustus 2025). Peserta terdiri dari perwakilan empat kesultanan (Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo), kepala dinas kebudayaan Se-Maluku Utara, serta perwakilan 18 komunitas budaya.
Para peserta menerima materi teknis dari narasumber ahli, termasuk Ary Budiyanto (Anggota tim ahli WBTBI) yang memaparkan alur penetapan warisan budaya tak benda, dan Surya Helmi (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional) yang menjelaskan tugas dan fungsi dalam pelestarian cagar budaya.
Sebelum penutupan, para peserta menyepakati rekomendasi bersama untuk memperkuat identitas budaya daerah dan mendorong peningkatan jumlah penetapan cagar budaya serta warisan budaya tak benda asal Maluku Utara yang diakui secara nasional maupun internasional.
Kegiatan ini menegaskan komitmen pemangku kepentingan dalam menjaga kekayaan budaya Maluku Utara sebagai bagian dari mozaik budaya Indonesia. (FI)
