Warga Obi Terpinggirkan, PT Harita Grup Diduga Monopoli Jalur Laut, Barah Desak Copot Manager CSR

HALSEL, FORES INDONESIA-Gelombang protes datang dari Barisan Rakyat Halmahera Selatan (Barah) bersama Asosiasi Laut dan Darat terhadap PT Harita Grup. Massa aksi mendesak perusahaan tambang nikel tersebut mencopot Manager CSR, Nafis, yang dinilai gagal mengelola program tanggung jawab sosial di wilayah Obi.

Koordinator aksi, Adi H. Adam, dalam orasinya menuding PT Harita Grup telah memonopoli jalur transportasi laut rute Labuha-Obi Kawasi, yang berdampak langsung pada matinya usaha masyarakat pemilik speedboat lokal.

“Proyek strategis nasional di Pulau Obi seharusnya menghadirkan kesejahteraan bagi warga lingkar tambang, bukan justru menyingkirkan mereka dari sumber penghidupan. Sekarang, masyarakat kesulitan mengakses transportasi laut, sementara pelabuhan megah dibangun hanya untuk kepentingan korporasi,” tegas Adi H. Adam dalam orasinya, Senin (6/10).

Ia menambahkan, tujuan program CSR di bidang perhubungan laut semestinya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, melestarikan lingkungan laut, dan menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan pihak perusahaan. CSR juga diharapkan mendukung keberlanjutan dan pemerataan ekonomi di wilayah tambang.

Adi menuntut PT Harita Grup agar membagi kuota penumpang secara adil, terutama saat periode cuti karyawan. Dengan begitu, para pekerja dapat menggunakan speedboat milik warga lokal menuju Labuha, dan masyarakat bisa memperoleh penghasilan tambahan untuk kebutuhan keluarga.

Selain itu, Barah juga menekan PT Harita Grup agar segera membangun pelabuhan khusus speedboat serta memperjelas status kepemilikan pelabuhan penumpang kawasi.

” Kejelasan ini dinilai penting untuk menghindari konflik kepentingan dan menjamin akses transportasi laut yang adil, terbuka, dan tidak diskriminatif bagi masyarakat Obi kawasi,” pungkas Adi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *