TERNATE, FORES INDONESIA- Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate meliris Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate tahun anggaran 2026 pada Triwulan I berhasil melampaui target.
Dari target 15 persen, capaian PAD tercatat menembus angka 21 persen.
Memasuki awal Triwulan II, tren positif terus berlanjut. Hingga 15 April 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp 42,03 miliar atau 26,32 persen dari total target sebesar Rp 159,69 miliar.
Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan realisasi pada Triwulan I.
Kepala BP2RD Kota Ternate, H. Mochtar Hasim, mengatakan bahwa tren kenaikan tersebut menjadi indikator positif atas kinerja pengelolaan pendapatan daerah yang mulai berjalan optimal.
“Realisasi PAD sampai pertengahan April sudah mencapai 26,32 persen. Ini menjadi indikator positif bahwa upaya intensifikasi dan optimalisasi pendapatan mulai memberikan hasil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD dengan kontribusi terbesar. Hingga saat ini, realisasi pajak daerah mencapai Rp 31,63 miliar atau 31,01 persen dari target.
Capaian tersebut didominasi oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari sektor makan dan minum, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Sementara itu, sektor retribusi daerah masih perlu mendapat perhatian serius. Realisasi retribusi baru mencapai Rp 6,08 miliar atau 15,12 persen, yang dinilai masih harus terus di pacu .
“Kami akan terus mendorong optimalisasi retribusi daerah, baik melalui peningkatan pelayanan maupun pengawasan di lapangan,” jelasnya.
Di sisi lain, komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru mencatat capaian melampaui target, yakni sebesar Rp 3,98 miliar atau 111,73 persen. Capaian ini berasal dari kontribusi laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Meski demikian, masih terdapat sejumlah pos pendapatan yang realisasinya belum maksimal, seperti pajak sarang burung walet dan beberapa jenis retribusi tertentu yang masih nihil.
Meski begitu, Mochtar Hasim optimistis capaian PAD akan terus meningkat pada Triwulan II, seiring dengan penguatan sistem penagihan, perluasan basis pajak, serta peningkatan pengawasan,
“Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai, dengan catatan seluruh potensi yang ada dapat dimaksimalkan secara optimal,” pungkasnya. (Tim)
