Kecewa Pelayanan Puskesmas Dama, Massa Desak Kapus dan KTU Angkat Kaki dari Loloda Kepulauan

HALUT, FORES INDONESIA-Ratusan massa yang tergabung dalam Pemuda Peduli Kesehatan Kecamatan Loloda Kepulauan (Lokep), Kabupaten Halmahera Utara, menggelar aksi protes keras dengan mengepung Puskesmas Dama, Selasa (7/4/2026).

Aksi tersebut dipicu kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai amburadul. Massa secara tegas mendesak Kepala Puskesmas (Kapus) dan Kepala Tata Usaha (KTU) segera angkat kaki dari wilayah Loloda Kepulauan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa datang menggunakan truk sambil membawa sound system dan spanduk berisi tuntutan.

Suasana sempat memanas dengan teriakan massa yang mendesak pencopotan Kapus dan KTU, serta meminta agar tenaga medis asli daerah dikembalikan untuk melayani masyarakat.

Koordinator lapangan, Sahril Hi Abdullah, menegaskan aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap buruknya pelayanan di Puskesmas Dama.

“Pelayanan di sini tidak becus. Kami tidak mau lagi ada korban jiwa akibat kelalaian dan buruknya pelayanan,” tegasnya dalam orasi.

Ia juga mendesak dilakukan evaluasi total terhadap seluruh tenaga medis, serta meminta Kepala Puskesmas bertanggung jawab atas manajemen pelayanan yang dinilai gagal.

Keluhan serupa disampaikan warga Desa Salube, Risbullah Kasim. Ia menyoroti sering kosongnya stok obat di puskesmas tersebut.

“Ini puskesmas, tapi obat sering tidak ada. Bagaimana masyarakat bisa dilayani dengan baik kalau obat saja kosong,” ujarnya kesal.

Tak hanya soal pelayanan dan ketersediaan obat, massa juga menuntut pertanggungjawaban atas meninggalnya warga dari Desa Dama dan Desa Salube yang diduga akibat pelayanan yang tidak maksimal.

Dalam tuntutannya, massa mendesak Dinas Kesehatan Halmahera Utara segera mengambil langkah tegas, mulai dari mutasi Kepala Puskesmas Dama, peningkatan mutu pelayanan, hingga penyediaan obat dan fasilitas kesehatan yang memadai. Warga juga meminta agar tenaga medis dari Loloda Kepulauan diprioritaskan.

Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara diminta segera mencopot Kapus dan KTU jika dinilai tidak mampu menjalankan tugas.

“Kalau tidak mampu bekerja, lebih baik angkat kaki dari sini. Kami butuh pelayanan, bukan alasan,” teriak massa.

Warga menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons, mereka akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *