TERNATE, FORES INDONESIA-Peristiwa dugaan penganiayaan yang berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam (sajam) terjadi di Kelurahan Jan, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIT.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Ais mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis di RSUD dr Chasan Boesoeiri Ternate, Minggu (23/3/2026).
Selain itu, satu korban lainnya, Alwi, juga mengalami luka saat berupaya melerai pertikaian.
Istri korban, Wahni Agil, menuturkan bahwa peristiwa bermula saat anak perempuannya berinisial F pulang ke rumah melalui pintu dapur sekitar pukul 22.30 WIT. Ia kemudian memanggil suaminya untuk menemui anak tersebut di ruang tengah dengan maksud memberikan nasihat.
“Sekitar pukul setengah sebelas malam, anak saya pulang lewat pintu dapur. Saya kemudian memanggil suami saya untuk menemuinya di ruang tengah dengan maksud menasihati,” ujar Wahni Agil kepada media ini saat ditemui di SPKT Polres Ternate, Senin (23/3)2026) dini hari.
Situasi mulai memanas ketika dua anak lainnya berinisial N dan N masuk ke dalam rumah. Wahni mengaku sempat menegur keduanya secara baik-baik tanpa maksud mengusir, namun teguran tersebut diduga disalahartikan.
“Saya hanya menegur secara baik-baik, bukan mengusir. Tapi sepertinya mereka menyampaikan hal yang berbeda kepada orang tua mereka sehingga terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Tak lama berselang, ibu dari kedua anak tersebut datang ke lokasi dan terlibat adu mulut dengan isteri korban di depan rumah. Dalam suasana tegang, Wahni sempat mempertanyakan kesalahannya sebelum akhirnya menutup pintu rumah.
“Ibu dari mereka datang dan kami sempat adu mulut di depan rumah. Saya bahkan sempat bertanya apa kesalahan saya sebelum akhirnya saya menutup pintu,” ungkapnya.
Keributan tersebut kemudian terdengar oleh Aris yang berada di dalam rumah. Ia keluar dengan maksud menenangkan situasi sekaligus memanggil anaknya untuk kembali masuk. Namun, upaya tersebut justru memicu perdebatan lanjutan dengan pihak keluarga pelaku.
Adu argumen yang terus memanas akhirnya berujung bentrokan di luar rumah. Wahni mengaku tidak menyaksikan langsung momen penyerangan. Saat ia keluar, suaminya sudah dalam kondisi tergeletak.
“Saat saya keluar, suami saya sudah dalam kondisi tergeletak dengan luka akibat senjata tajam,” ujarnya.
Ia menyebut pelaku berinisial U yang merupakan tetangga korban. Selain persoalan keluarga, Wahni juga mengungkap adanya sindiran di media sosial yang diduga turut memperkeruh situasi.
Sementara itu, saksi sekaligus korban lainnya, Alwi, menjelaskan bahwa sebelum kejadian ia bersama Aris sedang duduk santai di depan rumah dan tidak mengetahui awal mula persoalan.
“Sebelum kejadian, saya bersama Aris hanya duduk santai di depan rumah dan tidak tahu kalau anak korban sudah masuk lewat dapur,” kata Alwi.
Situasi kemudian berubah cepat setelah terjadi adu mulut yang berujung penyerangan. Alwi mengaku tidak menyadari pelaku menggunakan senjata tajam karena kondisi lokasi yang gelap.
“Saya tidak sadar pelaku menggunakan senjata tajam karena kondisi gelap. Saya baru tahu setelah melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah,” jelasnya.
Saat mencoba melerai, Alwi turut mengalami luka di bagian tangan akibat memegang senjata tajam yang digunakan pelaku.
“Jari saya harus mendapatkan delapan jahitan di satu bagian dan lima jahitan di jari lainnya,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi penyerangan berada sekitar 30 meter dari titik awal adu mulut, tepatnya di area jalan menurun yang minim penerangan.
Tim penasihat hukum korban, Chalid Fadel, menyatakan pihaknya telah mendampingi keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke Polres Ternate atas dugaan penganiayaan dan percobaan pembunuhan.
“Kami telah mendampingi keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke Polres Ternate atas dugaan penganiayaan dan percobaan pembunuhan,” ujar Chalid.
Menurutnya, pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan kedua korban telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Korban masih menjalani perawatan intensif di IGD dengan luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk telinga, pundak, dan leher,” katanya.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Proses hukum akan dilanjutkan setelah seluruh hasil pemeriksaan, termasuk visum dan keterangan saksi, dinyatakan lengkap. (Tim)
