TERNATE, FORES INDONESIA-Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali menggelar diskusi publik bertajuk “Eksploitasi dan Distribusi: Menakar Keadilan Negara untuk Maluku Utara”.
Kegiatan yang berlangsung di Kafe Restorasi Partai NasDem, Jumat (24/4/2026) ini menghadirkan Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, sebagai narasumber utama.
Ia didampingi akademisi Aziz Hasyim, sementara Ketua Bappilu NasDem Malut, Muchlis Tapitapi, bertindak sebagai moderator.
Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran gagasan yang tajam. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari kebijakan dana transfer pusat ke daerah, sektor pertambangan, hingga persoalan sosial, budaya, dan wacana negara federal.
Dalam pemaparannya, Willy Aditya menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, kontribusi tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Maluku Utara punya kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Karena itu, perlu keberanian berpikir secara radikal agar tujuan keadilan bisa benar-benar tercapai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan representasi politik di tingkat pusat. Saat ini, jumlah anggota DPD RI dari Maluku Utara mencapai empat orang, sementara kursi DPR RI hanya tiga.
Menurut Willy, kondisi tersebut menunjukkan belum seimbangnya representasi daerah dalam sistem politik nasional.
Ia menegaskan bahwa penambahan kursi DPR RI untuk Maluku Utara telah menjadi agenda Partai NasDem.
“Selama ini, jumlah penduduk selalu dijadikan variabel utama dalam pembagian kursi. Padahal, ada faktor lain seperti luas wilayah yang juga penting, terutama bagi daerah kepulauan,” jelasnya.
Terkait wacana penambahan kursi, terdapat dua skema yang berkembang, yakni dari tiga menjadi empat kursi atau hingga enam kursi.
Namun demikian, ia menilai opsi paling realistis adalah penambahan menjadi empat kursi.
“Ini yang menjadi preferensi kami di Partai NasDem. Kami akan memperjuangkan agar minimal setiap dapil memiliki empat kursi,” pungkasnya. (Tim)
