TERNATE — Komisi III DPRD Kota Ternate memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Gerakan Literasi dengan mengunjungi komunitas Cabu Literasi Rempah di kawasan bersejarah Benteng Oranje, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Muhamad Saiful, tersebut merupakan bagian dari momentum Bulan Tertib Peraturan Daerah. Selain meninjau pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan literasi, rombongan legislator juga menyalurkan bantuan buku bacaan anak guna mendukung sarana belajar masyarakat.
Muhamad Saiful mengatakan, penguatan budaya baca membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas literasi. Menurutnya, keberadaan komunitas baca menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus menciptakan ruang belajar yang terbuka bagi berbagai kalangan.
“Minat baca masyarakat perlu didukung secara maksimal. Kehadiran kami tidak hanya untuk memantau pemanfaatan aset sejarah seperti Benteng Oranje, tetapi juga mengapresiasi dan menstimulasi gerakan literasi berbasis komunitas,” ungkap Saiful.
Ia menilai, pemanfaatan kawasan bersejarah sebagai ruang edukasi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Benteng Oranje tidak hanya berfungsi sebagai situs peninggalan sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik yang produktif melalui kegiatan membaca, pembelajaran, dan pengembangan kreativitas generasi muda.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari penggiat literasi lokal, Fadila Marsaoly dan Erita Fitrana, yang bertindak sebagai Koordinator Cabu Literasi Rempah. Mereka menilai perhatian DPRD menjadi dorongan positif bagi komunitas untuk terus mengembangkan ruang baca independen dengan konsep kafe buku atau book cafe.
Erita berharap, kunjungan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan komunitas literasi, terutama dalam memperluas akses bacaan serta menghadirkan kegiatan edukatif yang menarik bagi masyarakat.
“Kami penggiat dan komunitas mengusulkan agar sinergi program antara pemerintah dan penggiat literasi dapat terus berlanjut demi menciptakan kegiatan membaca yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Erita.
Cabu Literasi Rempah sendiri menyediakan teras baca gratis dengan koleksi buku fisik yang beragam, mulai dari buku bacaan anak, karya sastra, novel, hingga buku pengetahuan umum untuk kalangan remaja dan dewasa. Fasilitas tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan suasana yang lebih santai dan terbuka.
Selain koleksi buku fisik, komunitas ini juga mengembangkan layanan literasi digital melalui 11 titik kode QR yang menyediakan akses ke buku digital berbahasa Indonesia dan Inggris. Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung membaca melalui telepon pintar, tablet, maupun laptop.
Kehadiran layanan digital ini diharapkan dapat memperluas pilihan bacaan sekaligus menyesuaikan kegiatan literasi dengan perkembangan teknologi. Dengan memadukan koleksi buku fisik dan akses digital, Cabu Literasi Rempah berupaya menjangkau lebih banyak pembaca dari berbagai kelompok usia.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kota Ternate berharap implementasi Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Gerakan Literasi dapat diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap komunitas dan ruang baca masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar gerakan literasi tidak hanya menjadi program formal, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.
Saiful berharap, sinergi antara regulasi daerah dan inisiatif komunitas dapat menjadikan Benteng Oranje sebagai ruang edukasi dan kebudayaan yang inklusif, sekaligus memperkuat budaya membaca di Kota Ternate.
