TERNATE, FORES INDONESIA-Harapan warga Desa Kawasi, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk menikmati listrik mandiri dari negara kian mendekati kenyataan. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Maluku Utara tengah memacu pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah lingkar tambang PT Harita Nikel.
Proyek ini menjadi bagian penting dari visi Maluku Utara Terang sekaligus masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
Manager UP2K Maluku Utara, Amrijal Augustua Simarmata, mengatakan pembangunan jaringan listrik di Kawasi menjadi salah satu prioritas tahun ini. Dari total 29 lokasi yang disasar, Kawasi dinilai strategis karena berada di kawasan industri tambang.
“Tahun ini ada 29 lokasi yang kami sasar, dan Kawasi menjadi prioritas. Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi karena ini berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ujar Amrijal dalam pertemuan di Ternate, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, proses pembangunan saat ini masih menghadapi tantangan pada aspek perizinan, mengingat jaringan listrik akan melintasi area konsesi industri. Meski begitu, sejumlah persoalan teknis mulai menemukan titik terang.
Setelah dilakukan pemetaan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara, PLN bersiap memasuki tahap konstruksi. “Kami segera menyurat ke pihak Harita untuk memulai penanaman tiang listrik. Material juga sementara dimobilisasi ke lokasi,” katanya.
Selama ini, warga Kawasi Lama maupun Kawasi Baru (Ecovillage) memang telah menikmati listrik. Namun, pasokan listrik tersebut masih bergantung pada perusahaan tambang.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berupaya mengakhiri ketergantungan tersebut dengan menghadirkan layanan listrik resmi dari negara melalui PLN.
Kepala Dinas ESDM Maluku Utara, Abdul Karim Usman, menegaskan bahwa penyediaan listrik merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh terpinggirkan oleh aktivitas industri.
“Listrik adalah hak dasar masyarakat. Tidak boleh terpinggirkan hanya karena aktivitas industri. Ini yang terus kami tekankan kepada pihak perusahaan,” tegas Abdul Karim.
Ia menyebut, proyek ini menjadi titik temu antara dua Program Strategis Nasional, yakni sektor pertambangan dan kelistrikan, yang harus berjalan selaras tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur disebut telah memberikan dukungan agar proyek ini dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Tak hanya pembangunan jaringan, program ini juga terintegrasi dengan Program Pasang Baru Listrik (PBL) serta renovasi rumah tidak layak huni. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui verifikasi faktual berbasis data kemiskinan yang melibatkan Dinas ESDM dan Dinas Sosial.
“Tujuan kami jelas, menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui visi Maluku Utara Terang,” pungkas Abdul Karim.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, listrik dari negara di Kawasi kini tinggal menunggu waktu untuk benar-benar menyala. (Tim)
