Menuju Kongres XI di Bali, GPM Tegaskan Sikap Ideologis dan Arah Kepemimpinan

JAKARTA, FORES INDONESIA-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat arah ideologi dan kepemimpinan organisasi menjelang pelaksanaan Kongres XI yang dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Juni 2026 di Bali.

Momentum kongres ini dinilai bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan titik strategis dalam menentukan arah perjuangan GPM di tengah dinamika nasional yang semakin kompleks.

Ketua Panitia Kongres XI GPM, Abdur Rajab Saputra, menyebut bahwa forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi ideologis sekaligus penegasan sikap organisasi dalam merespons berbagai tantangan kebangsaan.

Menurutnya, GPM harus tampil sebagai kekuatan pemuda yang memiliki ketegasan ideologis dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan tidak boleh dikompromikan di tengah situasi yang ditandai oleh ketimpangan ekonomi, melemahnya kedaulatan politik, serta ancaman terhadap identitas nasional.

Dalam konteks tersebut, GPM mengusung tema “Trisakti Menjawab Tantangan Zaman” sebagai landasan utama dalam merumuskan arah gerakan ke depan.

Tema ini, kata Abdur Rajab, menjadi penegasan bahwa prinsip kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan harus diwujudkan secara konkret dalam praktik organisasi.

Kongres XI GPM akan diikuti oleh seluruh struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah di seluruh Indonesia.

Sejumlah agenda strategis telah disiapkan, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022-2026, pemilihan Ketua Umum dan formatur periode 2026-2030, hingga perumusan kebijakan strategis organisasi.

Panitia memastikan proses kongres akan berlangsung secara demokratis, terbuka, dan partisipatif guna menghasilkan kepemimpinan yang kuat serta berintegritas.

Lebih dari itu, kongres ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat konsolidasi nasional serta mempertegas posisi GPM sebagai garda terdepan dalam perjuangan rakyat.

Dengan berbagai agenda tersebut, Kongres XI di Bali diharapkan menjadi momentum penting bagi GPM untuk menegaskan kembali jati diri ideologis sekaligus memperkuat arah kepemimpinan organisasi dalam menjawab tantangan zaman. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *