Jakarta – Tim kedokteran forensik yang melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap Sutrimo telah mengantongi riwayat kesehatan yang pernah dialami korban semasa hidup. Namun, riwayat penyakit tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian.
Ketua Persatuan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PMFI), Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan riwayat kesehatan Sutrimo menjadi salah satu data yang diperlukan dalam pemeriksaan forensik lanjutan.
Dari data yang telah diperoleh, Sutrimo diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus dan jantung.
“Data riwayat sakit ya, sakit diabetes mellitus (kencing manis) dan jantung,” ujar Sumy kepada wartawan, Selasa (18/8).
Meski demikian, Sumy menegaskan riwayat diabetes dan penyakit jantung tersebut tidak serta-merta dapat dinyatakan sebagai penyebab kematian Sutrimo.
Menurutnya, tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara lebih pasti kondisi yang berkaitan dengan kematian Sutrimo, termasuk memastikan ada atau tidaknya zat beracun dalam tubuh korban.
“Belum selesai hasil pemeriksaan labnya,” tuturnya.
Dengan demikian, hasil pemeriksaan sementara belum dapat memastikan apakah Sutrimo meninggal akibat penyakit yang pernah dideritanya atau terdapat faktor lain. Kesimpulan akhir masih menunggu seluruh rangkaian pemeriksaan forensik dan laboratorium selesai dilakukan.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan keluarga memilih tidak menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam atau ekshumasi Sutrimo.
“Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah,” kata Aan saat ditemui wartawan di kompleks makam, dilansir detikJateng, Selasa (11/8) sore.
Aan mengatakan kehadiran keluarga dalam proses ekshumasi kemudian diwakilkan kepadanya karena keluarga merasa tidak sanggup menyaksikan proses tersebut secara langsung.
“Memang pihak keluarga memutuskan untuk kehadirannya hanya diwakili oleh saya. Alasan keluarga tidak ikut menyaksikan, nggak bakal kuat,” imbuhnya.
Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Kematian Sutrimo kemudian menjadi sorotan dan memunculkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, Sutrimo diketahui pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Pihak keluarga belakangan membenarkan bahwa Sutrimo memang bekerja untuk Febrie Adriansyah. Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui secara detail pekerjaan yang dijalankan Sutrimo selama bekerja untuk mantan Jampidsus tersebut.
Kini, penyebab kematian Sutrimo masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh. Tim kedokteran forensik masih melakukan analisis terhadap berbagai temuan, sementara hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk menentukan kesimpulan akhir. (Tim/Fi)
