Maluku Utara – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku Utara terus mematangkan berbagai persiapan menjelang penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku Utara sekaligus menghadapi MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, selaku Ketua Dewan Penasehat LPTQ Provinsi Maluku Utara, di Sofifi, Kamis (25/6/2026).
Rapat strategis ini dihadiri sejumlah unsur penting LPTQ dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, di antaranya Sekretaris LPTQ Malut Zulkiram Mahmud juga sebagai Jo Gugu Kesultanan Ternate, Ketua Dewan Pengawas Majelis Hakim Muhammad Abusama, Anggota Majelis Hakim Haji Umar Mohtar, Wakil Ketua LPTQ Mulyadi Wowor, Kepala Biro Kesra Setda Malut Asrul Gailea, serta Kepala Bagian Kesra Fadly Muhamad.
Sebagai leading sector dalam pembinaan keagamaan dan penyelenggaraan MTQ di daerah, Biro Kesra Setda Malut memainkan peran sentral dalam memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MTQ berjalan tertib, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari koordinasi teknis, administrasi, hingga persiapan kontingen menuju tingkat nasional terus dilakukan secara intensif.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe memberikan perhatian khusus terhadap proses penilaian yang dilakukan dewan hakim. Ia menegaskan bahwa penentuan juara MTQ Provinsi Maluku Utara harus dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan karena para pemenang nantinya akan menjadi duta terbaik Maluku Utara di ajang MTQ Nasional.
“Saya berpesan kepada para hakim agar senantiasa menjunjung tinggi netralitas dan objektivitas penilaian berdasarkan kebenaran yang diketahui, disertai hati yang ikhlas dan penuh kesabaran dalam menjalankan amanah,” tegas Sarbin Sehe.
Menurutnya, kualitas peserta yang akan mewakili Maluku Utara ke tingkat nasional sangat bergantung pada integritas proses seleksi yang dilakukan saat ini. Karena itu, seluruh dewan hakim diminta mengedepankan profesionalitas serta menjadikan kualitas sebagai tolok ukur utama dalam penentuan juara.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ merupakan sarana syiar Islam yang bertujuan membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat. Melalui ajang ini diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah dan hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Biro Kesra Setda Malut bersama LPTQ terus melakukan konsolidasi guna mempersiapkan kontingen terbaik yang akan berlaga pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 11–21 September 2026.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, LPTQ, dewan hakim, dan seluruh pemangku kepentingan, Maluku Utara optimistis dapat mengirimkan peserta-peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (Red)
