Kemenko Pangan Perkuat Kolaborasi Nasional, Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Maluku Utara – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) terus memperkuat langkah strategis pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar di Maluku Utara dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, serta organisasi desa dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasional tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Zulkifli Hasan, dan dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, jajaran kementerian/lembaga, Forkopimda Maluku Utara, kepala daerah, pimpinan perusahaan, serta perwakilan asosiasi desa.

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga usaha mikro dan kecil dalam satu ekosistem yang produktif dan berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi pusat distribusi, penyimpanan, pemasaran, dan pengembangan usaha desa. Dengan tata kelola yang profesional, rantai distribusi akan semakin pendek sehingga petani, nelayan, dan pelaku usaha desa memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, Kemenko Pangan terus mendorong sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan efektif serta mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi nasional yang dimulai dari desa.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa koperasi tidak lagi diposisikan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi pusat pengelolaan seluruh potensi ekonomi desa. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan serta tata kelola yang baik menjadi kunci agar koperasi mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan di pedesaan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang menjadikan Maluku Utara sebagai lokasi penyelenggaraan seminar nasional tersebut.

Menurut Sherly, Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta UMKM yang dapat dikembangkan melalui kelembagaan koperasi yang profesional dan modern.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap mendukung penuh pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, perguruan tinggi, serta dunia usaha dapat bersinergi menyukseskan program nasional ini,” katanya.

Melalui seminar nasional ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Kehadiran koperasi yang sehat, produktif, dan profesional diharapkan menjadi fondasi baru penguatan ekonomi desa sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *