Jawab Tantangan Bencana Hidrometeorologi, BWS Maluku Utara dan Kontraktor Pacu Sabo Dam Sasa

Maluku Utara – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terus memperkuat infrastruktur sumber daya air (SDA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Salah satu proyek strategis yang tengah dikebut adalah pembangunan Sabo Dam Sungai Sasa, yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Sasa dan Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Pembangunan infrastruktur tersebut mendapat perhatian masyarakat, khususnya warga Sasa dan Gambesi. Kehadiran Sabo Dam diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan permukiman sekaligus mengurangi risiko banjir bandang dan dampak aliran material dari wilayah hulu saat intensitas hujan tinggi.

Proyek Sabo Dam Sungai Sasa merupakan pekerjaan di bawah BWS Maluku Utara dengan nilai kontrak sekitar Rp24 miliar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Indah Jaya Karya Abadi, perusahaan yang disebut memiliki pengalaman di bidang konstruksi.

Pelaksanaan pekerjaan di lapangan saat ini terus dipercepat. Proyek tersebut merupakan pekerjaan lanjutan, di antaranya pemasangan bekisting pada sisi kiri dan bagian tengah main dam. Pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada Oktober mendatang.

Percepatan pembangunan dinilai penting mengingat keberadaan Sabo Dam memiliki fungsi strategis dalam pengendalian sedimen dan material yang terbawa arus sungai. Infrastruktur ini dirancang untuk meredam energi aliran serta menahan material seperti batu, pasir, kayu, dan debris lainnya yang dapat terbawa arus ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pembangunan Sabo Dam juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang dan degradasi daerah aliran sungai (DAS).

Selain memberikan perlindungan terhadap kawasan permukiman, infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem sungai serta menjaga stabilitas aktivitas masyarakat di kawasan sekitar.

Kebijakan pembangunan Sabo Dam dari wilayah hulu juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem pengendalian aliran sungai secara lebih menyeluruh. Dengan menahan material debris sejak dari bagian hulu, tekanan terhadap wilayah hilir dapat dikurangi sehingga potensi kerusakan akibat aliran material dalam jumlah besar dapat diminimalkan.

Dengan progres pekerjaan yang terus dikebut, penyelesaian Sabo Dam Sungai Sasa diharapkan dapat segera direalisasikan sesuai target. Dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaksana pekerjaan, menjadi bagian penting agar proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi keselamatan dan aktivitas warga di kawasan Sasa dan Gambesi. (Tim/FX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *